Tampilkan postingan dengan label NWN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NWN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

MANUSIA DAN CINTA KASIH (posting 5)


A.    Arti Cinta Kasih
Cinta kasih bersumber pada ungkapan perasaan yang di dukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab. Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan, serta belas kasihan dan pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab akan menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesame manusia, antara manusia dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan.
Apabila dirumuskan secara sederhana, cinta kasih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas kasihan dan pengabdian yang di ungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, ositif, berguna, saling menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan dan kebahagiaan.
Menurut kamus Bahasa Indonesia W.J.S Poerwadarminta, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang atau sangat tertarik hatinya. sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta atau sangat menaruh belas kasihan. dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan Kasih merupakan pengungkapn untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.

Perbedaan antara cinta dengan nafsu:
Cinta bersifat manusiawi, cinta bersifat rokhaniah. Sedangkan nafsu bersifat jasmaniah, cinta menunjukkan perilaku memberi.Dan nafsu cenderung menuntut.
Cinta yang dikemukakan oleh Dr. Saelito W Sarwono memiliki 3 unsur:
  1. Keterikatan
  2. Keintiman
  3. kemesraan

    Keterikatan=> Perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, dan tidak mau pergi dengan orang lain, kalau janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia.
Keintiman=>Adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
Kemesraan=>Adanya rasa ingin membelai/dibelai, rasa kangen bila jauh/lama tidak
bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.
Cinta memiliki 3 tingkatan:
1.    Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah swt, Rasulullah, berjihad di jalan Allah.
2.    Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami.
3.    Cinta terendh adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta&tempat tinggal.
Dalam kasih sayang sadar/tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut untuk tanggung jawab,pengorbanan, kejujuran, saling percaya, dan saling terbuka, sehingga keduanya merupakankesatuan yang bulat dan utuh. Kemesraan adalah hubungan yang akrab baik pria atau wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya. Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. hal ini adalah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai makna kehidupan yang sebenarnya. Pemujaan itu merupakan bentuk komunikasi manusia dengan Tuhannya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan agar ditunjukkan jalan yang benar, dll.
Belas kasihan => orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. masalahnya sanggupkah dia menggugah potensi belas kasihannya itu. Dalam esai on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. itu berarti dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih. Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar keluar dari lubuk hati yang ikhlas. Cara menumpahkan belas kasihan tergantung kepada situasi dan kondisi.
Mengapa bisa terjadi dehumanisasi???
contoh: akibat love hilang, unsur cinta (tanggung jawab) (wanita hamil) berakibat pada membunuh.
Karena: selimut cinta, agama, norma, moral dan nilai terlepas.

B.    Macam-macam Cinta Kasih
Adanya beberapa macam cinta kasih, yaitu sebagai berikut :
  1. Cinta kasih antar orang tua dan anak.
  2. Cinta kasih antara pria dan wanita.
  3. Cinta kasih antara sesama manusia..
  4. Cinta kasih manusia terhadap lingkungannya.
  5. Cinta kadih antara manusia dan Tuhan.
C.    Ungkapan Cinta Kasih
Cinta kasih adalah ungkapan perasaan yang di wujudkan dengan tingkah laku, seperti dengan kata-kata, tukisan, gerak, atau dengan media lainnya. Ungkapan dengan kata-kata atau pernyataan, misalnya ungkapan “Aku cinta padamu”. Ungkapan dengan tulisan, misalnya surat cinta, atau surat dari seorang puteri kepada ibunya. Ungkapan dengan gerak, misalnya salaman, ciuman, pelukan dan rangkulan. Ungkapan dengan media, misalnya misalnya setangkai bunga, benda souvenir, dank ado. Ungkapan-ungkapan ini selain dengan bentuk nyata, juga dalam bentuk karya budaya, misalnya seni suara, seni sastra, seni drama, film, dan seni lukis.
Orang yang mempunyai peerasaan cinta kasih, hidupnya penuh gairah, banyak inisiatif, dan penuh kreatif. Bagi seniman, perilaku cinta kasih dituangkan dalam bentuk karya budaya sehingga dapat dinikmati pula oleh masyarakat.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL(posting 4)

Tujuan Pembelajaran:
diharapkan agar mahasiswa menyadari posisinya sebagai individu dan makhluk sosial serta memahami tugas dan kewajibannya dalam setiap catatan kehidupan berkelompok dan dalam setiap struktur dan sistem sosial yang ada.

Setelah melaksanakan pembelajaran ini, diharapkan mahasiswa mampu:
1. Menganalisa hakikat manusia sebagai individu dan makhluk sosial
2. Merinci kepentingannya sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
3. Mengemukakan peranan manusia sebagai makhluk individu dan sosial
4. Menunjukkan interaksi sosial yang terjadi di masyarakat
5. Mencari jalan keluar atas dilema kepentingan diri dan masyarakat
1. Manusia Sebagai makhluk individu
Individu berasal dari kata in devided. Dalam bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan.
Dalam bahasa latin individu berasal dati kata individium yang berarti yang tak terbagi., jadi merupakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas. Manusia lahir sebagai makhluk individual yang bermakna tidak terbagi atau tidak terpisahkan antara jiwa dan raga.
• Dalam perkembangannya, manusia sebagai makhluk individu tidak hanya bermakna kesatuan jiwa dan raga, tetapi akan menjadi pribadi yang khas dengan corak kepribadiannya termasuk kemampuan kecakapannya.
PERSONALITY (KEPRIBADIAN)
WHAT IS PERSONALITY...???
Adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa dan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu.
atau
ciri-ciri watak seseorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khas.

Pola Kelakuan
Manusia dan binatang berbeda, karena:
• manusia tidak hanya ditentukan oleh sistem organik biologik saja(akal dan jiwa)
• binatang hanya ditentukan oleh sistem organik biologik saja.
UNSUR-UNSUR PERSONALITY
1. PENGETAHUAN: Persepsi,Apersepsi, Pengamatan, Konsep, Fantasi
2. PERASAAN
3. DRIVE (DORONGAN)
PENGETAHUAN
Segala sesuatu yang yang kita krtahui sebagai hasil penggunaan panca indra (unsur-unsur akal yang mengisi alam jiwa)

PERSEPSI
seluruh proses akal manusia yang sadar
APERSEPSI
diolah oleh akal fikir, digabung dengan penggambaran lama lalu diproyeksikan sebagai penggambaran baru dengan pengertian baru.
PENGAMATAN
Pemusatan akal yang lebih intensif
KONSEP
Kemampuan manusia untuk membentuk suatu penggambaran yang abstrak yang dalam kenyataannya belum ada
FANTASI
Penggambaran yang tidak realistik

PERASAAN
Persepsi-persepsi dapat menimbulkan dalam kesadaran manusia perasaan positif dan negatif. diakibatkan dari adanya unsur penilaian yang menjadikan + dan -
PERASAAN ADALAH SUATU KEADAAN DALAM KESADARAN MANUSIA YANG KARENA PENGARUH PENGETAHUANNYA DINILAINYA SEBAGAI KEADAAN POSITIF ATAU NEGATIF

DRIVE (DORONGAN)
Dorongan untuk mempertahankan hidup
Sex
Mencari makan
Berinteraksi
Meniru
Berbakti
Keindahan

2. Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Manusia sebagai individu ternyata tidak mampu hidup sendiri. ia dalam menjalani kehidupannya akan senantiasa bersama dan bergantung pada manusia lainnya. Manusia saling membutuhkan dan harus bersosialisasi dengan manusia lainnya.Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat.

Manusia dikaitkan sebagai makhluk sosial karena beberapa alasan, yaitu:
1. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial
2. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain
3. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
4. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia
5. Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian.

PERANAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL
Sebagai makhluk individu, manusia memiliki harkat dan martabat yang mulia. Dalam berbagai kelompok sosial ini, manusia membutuhkan norma-norma pengaturannya dalam dimensi sosial muncul kewajiban dasar manusia. Kewajiban dasar manusia adalah menghargai hak dasar orang lain serta mentaati norma-norma yang yang berlaku dimasyarakatnya.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

Pokok-pokok substansi Kajian ISBD mencangkup bahasan sebagai berikut:
• Pendahuluan
• Pengertian ilmu sosial dan ilmu budaya
• Konsep general education
• Konsep pendidikan umum di Indonesia
• Hakekat dan Ruang lingkup MBB ISBD
• Visi, misi, dan tujuan MBB ISBD
• Manusia sebagai makhluk individu, social, budaya, ekonomi, politik, hukum dan psikologi
• Masalah sosial
• Stratifikasi social
• Kepribadian (personality)
• Modernisasi, globalisasi, dan universalisme
• Manusia dan cinta kasih
• Manusia dan keadilan
• Manusia dan penderitaan
• Manusia dan peradaban
• Manusia dan pandangan hidup (world view)
• Manusia sains dan Tekhnologi
• Manusia dan lingkungan



Pengertian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya
Apakah :
1. Ilmu (Science)
2. Pengetahuan (knowledge)
3. Beliefs ?

Sumber dari semu ilmu pengetahuan adalah filsafat (philosophia).

Dari filsafat lahir tiga cabang ilmu pengetahuan

1. Natural Science (ilmi-ilmu alam meliputi : fisika, kimia, biologi, dll.)
2. Social Sciences (ilmu-ilmu social meliputi : sejarah, politik, ekonomi dll.)
3. Humanities (ilmu-ilmu budaya meliputi : bahasa, agama, kesenian dll.)

Ilmu social dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya

Objek social science adalah manusia sedangkan untuk membedakan antara ilmu-ilmu social adalah focus of interest (pusat perhatian)


Misalnya:
Ilmu ekonomi yang menjadi pusat yang dipelajarinya adalah usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan materilnya dari bahan-bahan yang terbatas ketersedianya.
Ilmu politik pusat perhatianya mengenai kekuasaan manusia dst.

Ilmu budaya
Adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya(homohumanus).

Dan masalah-masalah yang menyertainya, sering disebut sebagai humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep yang dapat digunakan untuk masalah-masalah manusia dan kebudayaan.


DALAM UU NO. 20 TAHUN 2003


Fungsi dari pendidikan nasional : adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mecerdaskan kehidupan bangsa.

Tujuan dari Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

• Dalam penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskrimatif, menjungjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai cultural, dan kemajuan bangsa ebagai suatu kesatuan yang sistemik dengan system terbuka dan multi makna, suatu proses pembudayaan pesrta didik yang berlangsung sepanjang hayat dengan memberi keteladan, membangun kemauan,mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
• Tanggung jawab pendidikan masa depan tidak hanya meneruskan nilai-nilai, mentransfer iptek semata tetapi juga melahirkan warganegara berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan.
Namun
Juga mempersiapkan tenaga kerja professional, kompetitif, produktif dalam konteks kehidupan yang dinamis. Serta mengubah system berpikir, sikap hidup dan prilaku berkarya individu maupun kelompok dalam rangkamemprakarsai perubahan social dan mendorong perubahan kea rah kemajuan, adil dan bebas.
MENGAPA KEADAAN SEPERTI SEKARANG INI ????
Kondisis masyarakat Indonesia saat ini.
Kondisi pendidikan saat ini.

Untuk mengantisipasi dampak negative kemjuan iptk dan lajunya arus globalisasi yang cepat, perlu menyadari untuk segera membekali peserta didik dengan kemampuan dasar diantaranya nilai-nilai kemandirian. Secara filosofis kemampuan tersebut berupa kemampuan dalam memahami, memaknai dan mengamalkan nilai-nilai esensial yang ada pada dirinya baik sebagai individu, anggota keluarga, anggota masyarakat, Warga Negara maupun sebagi bagian dari alam.

Abad 20 di Amerika dan Eropa, hasil analisis mereka berkesimpulan bahwa system pendidikan modern yang skuler telah menghasilkan para saintis dan teknokrat yang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian yang matang.

Laporan lima puluh tahunan dari Nation Society for the study of education tahun 1958, program studi general education di Amerika, dilator belakangi oleh empat hal, yaitu:
1. Sebagai reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para spesialis telah mendewakan hasil-hasil temuan yang menakjubkan, sementara meraka lupa pada nilai-nilai esensial kemanusiaannya.
2. Sebagai reaksi terhadap kepincngan pengusaan minat-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas.
3. Sebagai reaksi terhadap pengkotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa.
4. Sebagai reaksi terhadap formalisme dalam pendidikan liberal.

sumber bacaan : Dr. Syahdin, dalam pelatihan dosen ISBD Kopertis wilayah IV (2007)

KONSEP PENDIDIKAN UMUM
(General Education)
PENDIDIKAN YANG BERKENAAN DENGAN PENGEMBANGAN KESELURUHAN KEPRIBADIAN SESEORANG DALAM KAITANYA DENGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUPNYA

PROGRAM PENDIDIKAN YANG MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN SELURUH ASPEK KEPRIBADIAN SISWA DAN MAHASISWA
PENDIDIKAN UMUM:
Merupakan pendidikan yang komprehensif, yaitu mendidik kepala, hati dan tangan (sasaran yang disentuh : rasi, rasa dan tingkah laku)
Philip H. Phenix (1963:8) merumuskan Tujuan Pendidikan Umum :
A complete person should be skiled in the use of speech, symbol and gesture, factually well informed, capale of creating and apresiating life in relation to self and other, able to make wise decition and to judge between rightand wrong and possed of an integral out look

Artinya manusia yang memiliki kemampuan dalam mengunakan kata-kata,symbol, isyarat, dapat menerima informasi factual, dapat melakukan dan mengapresiasi objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun orang lain, cakap dalam mengambil keputusan yang bijaksan, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral.

YANG MELATARBELAKANGI LAHIRNYA GENERAL EDUCATION

REAKSI TERHADAP KECENDERUNGAN MASYARAKAT MODERN YANG MENDEWAKAN PRODUK TEKHNOLOGI DAN CENDERUNG MENGABAIKAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN
SEBAGAI AKIBAT DARI PRODUK SISTEM PENDIDIKAN MODERN YANG SEKULAR
Yaitu:
Pendidikan yang mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan.

SEHARUSNYA
Menurut Philip H. Phenix (1964:6), enam pola makna esensial bagi segenap mahasiswa:
1. Makna symbolics, yaitu Kemampuan berbahasa dan berhitung.
2. Makna empirics, yaitu kemampuan untukmemaknai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris.
3. Makna esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam.
4. Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk
5. Makna synoetics, yaitu Kemampuan berpikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah.
6. Makna synoptics, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat
Keenam pola makna di atas dikemas dalam bentuk General Education(Pendidikan Umum)

BAGAIMANA GENERAL EDUCATION DI INDONESIA?
General Education / Pendidikan Umum yang ada di Amerika telah dikolaborasikan oleh para ahli pendidikan di Indonesia menjadi studi/mata kuliah yang dulu disebut MKDU
MKDU di bagi menjadi dua kelompok yaitu :
MPK(-mata kuliah Pengembangan Kepribadianyang meliputi :
Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewirausahaan Nasional)
Dan kelompok mata kuliah MBB (mata kuliah berkehidupan bermasyarakat yang meliputi mata kuliah ISD,IBD, dan IAD) dan IBD dan ISD melebur menjadi mata kuliah ISBD.

PEMETAAN ASPEK PEMBELAJARAN DALAM KELOMPOK MATA KULIAH:
MPK, MKK(KEAHLIAN dan KEILMUAN)(LEARNING TO KNOW)
MKB (KEAHLIAN BERKARYA)(LEARNING TO DO)
MPB(PERILAKU BERKARYA)(LEARNING TO BE)
MBB(BERKEHIDUPAN BERMASYARAKAT)(LEARNING TO LIVE TOGETHER)
MPK(MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN)
PENGHAYATAN NILAI & KEPRIBADIAN (LEARNING TO BE MORALLY)
Kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, berkpribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
(agama ISBD Pancasila)

VISI, MISI, DAN KOMPETENSI KELOMPOK MATA KULIAH MBB
(berkehidupan bermasyarakat(learning to live together))

VISI dari MBB
1. Menjadi sumber nilai, moral, estetika, etika,dan panduan bagi penyelenggaraan pendidikan dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kemampuan pemahaman serta penguasaan tentang:
2. Keanekaragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk social di dalam kehidupan bermasyarakat dengan berpedoman kepada kebudayaan melalui pranata pendidikan.
3. Tanggung jawab manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungannya dalam berkehidupan bermasyarakat baik nasional maupun global, yang membatasi tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahlianya.

MISI MBB
Adalah memberikan landasan pengetahuan dan wawasan luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bakat hidup bermasyarakat selaku individu, makhluk social yang beradab, bertanggung jawab terhadap sumber daya alam dan lingkungannya.

KOMPETENSI MBB
1. Kompetensi MBB yang dituju ialah agar mahasiswa menguasaikemampuan berpikir rasional, berwawasan luas, berjiwa besar sebagi manusia intelektual beradab dan bermartabat yang bertanggung jawab terhadap:
2. Terwujudnya estetika, etika dan moral atau nilai-nilai budaya bagi keteraturan, kebersamaan dan kesejahteraan hidup bermasyarakat
3. Terpeliharanya sumber daya alam dan linkungannya.

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

• PENGERTIAN ISBD
ISBD sebagai integrasi ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan social dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah-masalah soaial kemanusiaan dan buaya
• Selanjutnya mahasiswa peka, tangkap, kritis, serta berempati atas solusi pemecahan masalah social and budaya secara arif.
• (Pengembangan karakter manusia)
• ISbd sebagai kajian masalah social, kemanusiaan dan budya sekaligus pula memberi dasar pendekatan yang bersumber dari dasar-dasar ilmu social yang berintegrasi.
• ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhuk social yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.

Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) adalah salah satu mata kuliah umum termasuk pada kelompok mata kuliah berkehidupan bermasyarakat(MBB).

ISBD merupakan mata kuliah dasar mengenai pengembangan kepribadian dan wawasan social budaya mahasiswa dalam menanggapi dan memecahkan masalah social budaya dan kemasyarakatan yang timbul pada masyarakat.

Usaha Pendidikan dalam Menelaah Masalah Sosial dengan Menggunakan Fakta, Konsep dan Teori-teori yang diperoleh dan dikembangkan oleh berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu social.

FUNGSI ISBD

Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala social kebudayaan agar daya tangkap, persepsi, dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan social budaya dapat ditingkatkan sehingga kepekaan mahasiswa pada lingkungannya menjadi lebih besar.

VISI ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keagamaan dan kesedrajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.

MISI ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesedrajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan makhluk social yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.

KOMPETENSI ISBD

Menjadi ilmuwan dan professional yang berpikir kritis, sistemik, dan ilmiah, berwawasan luas, etis, estetis serta memiliki apresiasi, kepekaan dan empati social, bersikap demokratis, berkeadaban serta ikut berperan mencari solusi pemecahan masalah social budaya secara arif.

TUJUAN ISBD
1. Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesedrajatan manusia sebagai individu dan makhluk social dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif dalam memahamikeragaman dan kesedrajatan manusia dengan landasan nilai estetika,etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan terhadap mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosialyang beradab dalam mempraktikan pengetahuan akademik dan keahliannya.

MENGAPA ISBD PERLU DI AJARKAN DI PERGURUAN TINGGI ???
ADA 4 LANDASAN YANG DITERAPKAN DI PERGURUAN TINGGI
1. LANDASAN HISTORIS
2. LANDASAN FILOSOFIS
3. LANDASAN YUDIRIS FORMAL
4. LANDASAN PEDAGOGIS

LANDASAN HISTORIS
• NENEK MOYANG KITA ORANG BERAGAMA TERBUKTI DENGAN PENINGGALAN SEJARAHNYA.
• MEMILIKI WARISAN BUDAYA DAN PERADABAN TINGGI
• BANGSA INDONESIA DIKENAL SEBAGAI BANGSA YANG RAMAH, CINTA DAMAI, TOLERAN< BERGOTONG

LANDASAN FILOSOFIS
• BANGSA INDONESIA MEMILIKI FILSAFAH
• HIDUP PANCASILA
• Ketuhanan YME
• Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
• Persatuan Indonesia
• Kerakyatan yang Dipimpin OLeh HikmaH Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
• Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

LANDASAN YUDIRIS FORMAL
1. UUD 45 Pasal 30, 31
2. UU No. 20 TH 2003 ttg SISDIKNAS
3. Kep.Mendiknas No. 232/U/2000 dan No. 045/U/2002 ttg Kurikulum Inti
4. KEP.Dirjen Dikti. No. 30/DIKTI/Kep/2003 ttg Rambu-Rambu Pelak MPK di PT
5. Surat Edaran Dirjen Dikti: No. 1058/D/T/2003 ttg PelakKep Dirjen Dikti No 30
6. KEP. Dirjen Dikti:No 29/DIKTI/Kep?2004 ttg Pengangkatan Tim Pembina Kel MPK dan MBB

LANDASAN PEDAGOGIS
Tujuan Pendidikan
• Mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya
• Mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya diperukan suatu proses secara terencana, terus menerus secara berkesinambungan,(disebut proses pendidikan)
• Kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat perlu adanya pewarisan pengetahuan, nilai religi, dan social budaya
• Dalam pergaulan global perlu mempertahankan jati diri sebagai bangsa yang beragama, berdaulat dan bermartabat.

LATAR BELAKANG DI AJARKANNYA ISBD
Agar Tenaga ahli yang dihasilkan oleh perguruan tinggi memiliki tiga jenis kemampuan yang meliputi:

Kemampuan Personal : dimana para tenaga ahli memilikipengetahuan sehingga mampu menunjukan sikap, tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia, memahami dan mengenal nilai-nilai keagaman, kemasyarakatan dan kenegaraan serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

Kemampuan Akademis : Kemampuan untuk berkomunikasi secara Ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun berpikir logis, kritis, analitis, memilikikemampuan konsepsional,untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi serta mampu menawarkan alternative pemecahan.

Kemampuan Profesional : Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan, para ahli diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrerampilan yang tinggi dalam bidang profesinya.