Minggu, 12 Juni 2011

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP (posting 8)

I.                   Pengertian
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat dan pegangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan penglaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalanya terdiri dari 3 macam:
1.      Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2.      Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebutuhan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
3.      Paandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya

Sumber Pandangan Hidup:
1.      Agama (islam memilki nilai kebenaran mutlak)
2.       Nilai-nilai budaya suatu bangsa
3.      Pancasila
4.      Hasil renungan seseorang hingga menjadi ajaran etika untuk hidup

PANDANGAN HIDUP MUSLIM:
1.      Pedoman hidup: Al-Quran (Q.S Al-BAqoroh : 207) dan Sunnah
2.      Dasar hidup : islam
3.      Tuntutan hidup: arahnya vertical kerelaan ke Allah (Q.S Al-baqarah: 207). Horizontal yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat (Q.S Al-baqarah : 201) dan rahmat bagi segenap alam.
II.                Keyakinan/Kepercayaan
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Hanrn Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalism, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.
a)      Aliran Naturalisme
Aliran naturalism berintikan spekulasi. Mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Lalu mana yang benar ? yang benar adalah keyakinan. Jika kita yakin Tuhan itu ada, maka kita katakana Tuhan ada. Bagi yang tidak yakin, dikatakan Tuhan tidak ada yang ada hanya natur. Bagi yand percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan yaitu agama. Ajaran agama itu ada dua macam yaitu :
1)      Ajaran agam dogmatis, yang disampaikan oleh Tuhan melalui nabi-nabi.
2)      Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia, sifatnya relative (terbatas).
b)      Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan piker (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi. Teknologi adalah alat bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi member akibat yang bertentangan dengan hati nurani. “hati nurani”, artinya daya rasa di Barat hati nurani ini menipi, justru yang menonjol adalah akal yaitu logika berpikir.
c)       Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artunya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi, apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani.

III.             Langkah-Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik
Adapun langkah-langkah berpandangan hidup yang baik sebagai berikut :
1)      Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat dari manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
2)      Mengerti
Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bernegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bernegara.
3)      Menghayati
Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri. Menghayati di sini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri.
4)      Meyakini
Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya. Dengan meyakini berarti ecara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan itu.
5)      Mengabdi
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan memahami sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya sedangkan perwujudan manfaat mengabdi ini dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri.
6)      Mengamankan
Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu atau menyalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cenderung untuk mengadakan perlawanan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar